Rabu, 11 November 2009

Pertambahan penduduk dan Lingkungan


PERTUMBUHAN DAN TINGKAT PENDIDIKAN





Berdasarkan hasil peneitian ini diperoleh hasil bahwa tingkat pendidikan memiliki pengaruh dan merupakan salah satu faktor kriminogen terhadap semakin meningkatnya pertumbuhan penduduk. Hal tersebut terlihat dari tahun 2001 s/d 2003 tindak pidana terus bertambah. Dan sebagian besar dilakukan oleh penduduk dengan tingkat pendidikan dasar (SD dan SLTP), terus menurun angka kejahatan pada penduduk dengan tingkat pendidikan menengah dan tinggi. Tercatat selama tahun 2001 s/d 2003 penduduk dengan tingkat pendidikan dasar terdapat lebih dari 38 sampai 41 orang yang melakukan tindak pidana dalam setiap 10.000 jiwa penduduk setiap tahunnya. Penduduk dengan tingkat pendidikan menengah terdapat lebih dari 20 sampai 25 orang dalam setiap 10.000 jiwa penduduk yang melakukan tindak pidana setiap tahunnya. Dan penduduk denggan tingkat pendidikan tinggi terdapat lebih dari 6 sampai 7 orang dalam setiap 10.000 jiwa penduduk yang melakukan tindak pidana setiap tahunnya.
Sedangkan pengaruh tingkat pendidikan terhadap kuantitas maupun kualitas tindak pidana di Kota Surakarta adalah memiliki pengaruh. Terlihat dari pengolahan data dengan dikuatkan oleh beberapa teori pendidikan dan kriminologi bahwa pada dasarnya penduduk dengan tingkat pendidikan dasar cenderung melakukan tindak pidana dengan modus yang sederhana (basic crime), seperti pencurian, perkosaan, penganiayaan, perjudian dan kejahatan asusila. Penduduk dengan tingkat pendidikan menengah cenderung melakukan tindak pidana dengan modus yang lebih kompleks, seperti penipuan, penggelapan, penadahan, pembunuhan dan pelanggaran hak cipta. Kemudiaaan penduduk dengan tingkat pendidikan tinggi cenderung melakukan tindak pidana dengan modus yang lebih rumit/kompleks lagi, seperti illegal logging, trafficking, korupsi, dan lain – lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar